Alamat Kantor Kami

Perum Pankis Griya - Rumah No. 1

Jl. Pakis Raya, RT.01 RW.06,

Jepang Pakis, Jati, Kudus,

Jawa Tengah, Indonesia - 59342

Telepon: 0291-3339181

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Staf Admin 1 - Dewi

082223338771 / 085712999771

bagianpemesanan@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Staf Admin 2 - Fahri

082223338772 / 085712999772

spiritualpower88@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Staf Admin 3 - Fahmi

085362627774 / 081534994774

cs.parapsikologi@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan Negeri (KEJARI)

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini

 

Tafsir


Bacaan Ayat Kursi (Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 255)


 

Bacaan Ayat Kursi Dalam Huruf Latin

ALLOHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUM. LAA TA'KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDH. MAN DZAL LADZII YASFA'U 'INDAHUU ILLAA BI IDZNIH. YA'LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHOLFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN 'ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI'A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDH. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL 'ALIYYUL AZHIIIM.

 

Terjemahan Ayat Kursi

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi (pengetahuan atau kekuasaan) Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

(QS : Al-Baqarah : 255).

 

Tafsir Ayat Kursi

Ayat al-Kursi adalah ayat yang paling agung dalam al-Qur'an. Sekian banyak riwayat yang bersumber dari Rasul dan sahabat-sahabat beliau yang menginformasikan hakekat ini. Antara lain dari seorang sahabat Nabi yang bernama Ubaiy bin Ka'ab yang menceritakan bahwa Nabi saw pernah bertanya kepadanya:

"Ayat apakah dalam Al-Qur'an yang paling agung?" "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu" (ini diulang-ulang oleh Ubaiy), kemudian ia berkata ayat al-Kursi. Rasul SAW membenarkan Ubaiy. (Diriwayatkan oleh Muslim)

Ubaiy juga  menguraikan dalam kesempatan lain, bahwa ia pernah bertemu dengan jin dan bertanya kepadanya, apakah bacaan yang dapat menjauhkan manusia dari gangguan jin, sang jin menjawab, "Ayat al-Kursi". Ketika informasi ini disampaikan Ubaiy kepada Rasul, beliau menjawab, "Benar (informasi) si jahat itu". (Diriwayatkan oleh al-Hakim)

Kasus yang mirip dialami oleh sahabat Nabi yang lain yaitu Abu Hurairah, ketika diperintahkan Nabi SAW menjaga kurma sedekah.

Ayat al-Kursi dinamai juga ayatul hifz (ayat pemelihara), karena pembaca yang menghayati maknanya dapat memperoleh perlindungan Allah SWT.


Dalam konteks ini paling tidak ada dua hal yang dapat dikemukakan.

Pertama, ayat ini berbicara tentang Allah swt. dan sifat-sifat-Nya. Kandungan uraiannya saja sudah  cukup menjadikan ayat ini ayat yang agung. Apalagi ayat al-Kursi merupakan  satu-satunya ayat yang dalam redaksinya ditemukan tujuh belas kali kata yang menunjuk kepada Allah SWT. Enam belas diantaranya terbaca dengan jelas dan satu tersirat. Perhatikanlah terjemahan di bawah ini:

"Allah (1) Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia (2) Yang Maha Hidup (3) Kekal, (Tuhan) Tuhan yang terus menerus mengurus (4) (makhluk-Nya). Dia (5) tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya (6) apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah (7) tanpa izin-Nya (8). Allah (9) mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu Allah (10), melainkan apa yang dikehendaki-nya (11). Kursi (pengetahuan/kekuasaan)-Nya (12) meliputi langit dan bumi. Allah (13) tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah (14) Maha Tinggi (15) lagi Maha Besar (16)

Yang menunjuk kepada Allah tetapi tersirat adalah kalimat "hifzuhumaa", karena patron kata semacam ini menyiratkan kalimat "laa yauuduhu an yahfazahumaa huwa" (tidak lelah Dia memelihara keduanya), sehingga  kata "Dia" yang nampak dalam terjemahan di atas, pada hakekatnya tersirat dalam redaksi "Hifzuhumaa".

Ayat al-Kursi--demikian pula al-Mu'awwizatain dipilih untuk dibaca-- baik dalam konteks tahlil, maupun bukan, karena ayat-ayat tersebut mengandung makna perlindungan, serta kewajaran Allah untuk dimohonkan kepada-Nya perlindungan, baik bagi yang masih hidup maupun yang telah berpulang.

Hal kedua yang dapat dikemukakan dalam konteks pemahaman rasional adalah hal yang berkaitan dengan kandungan pesan ayat ini. Apabila yang membaca  ayat al-Kursi menghayati maknanya dan hadir dalam jiwa dan benaknya kebesaran Allah yang dilukiskan oleh kandungan ayat ini, maka pastilah jiwanya akan dipenuhi pula oleh ketenangan.

Allahu laa ilaaha illa huwa (Allah tiada Tuhan selain Dia). Allah adalah Tuhan yang menguasai hidup mati makhluk, yang hanya kepada-Nyasaja tertuju segala pengabdian.

Boleh jadi ketika itu, terlintas di dalam benak si pembaca, bisikan Iblis yang berkata bahwa yang dimohonkan  pertolongan dan perlindungannya itu, dahulu pernah ada, tetapi kini telah "mati", maka penggalan ayat berikutnya, meyakinkannya tentang kekeliruan dugaan tersebut, yakni dengan sifat "al-Hayyu" (yang Maha Hidup dengan kehidupan yang kekal).

Boleh jadi iblis datang lagi dengan membawa keraguan dengan berkata:"Memang Dia hidup kekal, tetapi Dia tidak pusing dengan urusan manusia, apalagi si "pemohon". Kali ini penggalan ayat berikut menampik kebohongan ini dengan firman-Nya "al-Qayyum" (yang terus menerus mengurus mahkluk-Nya), dan untuk lebih meyakinkan dilanjutkannya uraian sifat Allah itu dengan menyatakan: "laa ta'khuzuhu sinatun wa laa nauwm" (Dia tidak disentuh oleh kantuk atau tidur) sehingga Dia terus menerus dalam keadaan jaga dan siaga. 

Dengan penjelasan ini hilang keraguan yang dilemparkan iblis itu.

Setelah itu boleh jadi iblis datang lagi dengan membisikkan bahwa: "Dia tidak kuasa menjangkau tempat di mana si pemohon berada, atau kalaupun Dia sanggup, jangan sampai Dia "disogok" oleh yang bermaksud membinasakan si pemohon, maka untuk menampik bisikan jahat ini, penggalan ayat berikut tampil dengan gamblang menyatakan "lahuu maa fis-samawati wa maa fil ardhi (Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi serta keduanya berada dibawah kekuasaan-Nya).

Tidak hanya itu, tetapi ini berlanjut dengan firman-Nya: "man zallazi yasyfa'u 'indahu illa biiznihii" (Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah kecuali seizin-Nya) dalam arti tidak ada lagi yang dapat melakukan sesuatu tanpa izin-Nya. Dia demikian perkasa sehingga berbicara dihadapan-Nya pun harus setelah memperoleh restu-Nya, bahkan apa yang disampaikan harus  sesuatu yang hak dan benar. Karena itu jangan menduga akan ada permintaan yang bertentangan dengan keadilan dan kebenaran.

Kini boleh jadi iblis belum putus asa meragukan pembaca ayat ini. Ia berkata lagi: "Musuh anda mempunyai rencana yang demikian rinci sehingga tidak diketahui Tuhan." Lanjutan ayat al-Kursi menampik bisikan ini : "Ya'lamu maa baina aidiihim wa maaa khalfahum" (Dia mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan di belakang mereka). Yakni Allah mengetahui apa yang mereka lakukan dan rencanakan baik yang berkaitan dengan  masa kini dan datang maupun masa lampau, dan juga "wa laa yuhbithuuna bisya'i-in min 'ilmihi illa bimaasyaa-a". (Mereka tidak  mengetahui sedikitpun dari ilmu Tuhan melainkan  apa yang dikehendaki Tuhan untuk mereka ketahui)

Ini berarti bahwa apa yang direncanakan Tuhan tidak dapat mereka ketahui kecuali apa yang disampaikan Tuhan kepada mereka. Untuk lebih menyakinkan lagi dinyatakan-Nya: "wasi'a kursiyuhus samawati wal ardhi (kekuasaan dan ilmu-Nya mencakup langit dan bumi) bahkan alam raya seluruhnya.

Kini sekali lagi, boleh jadi iblis datang dengan godaan barunya. "Kalau demikian terlalu luas kekuasaan Tuhan dan terlalu banyak jangkauan urusan-Nya, Dia pasti letih dan bosan mengurus semua itu". Penggalan ayat berikut sekaligus penutupnya menampik  keraguan ini, dengan firman-Nya "Laa yauuduhuu hifzuhuma wa huwal 'aliyyul 'azhim" (Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung).

Demikian ayat al-Kursi menanamkan dalam jiwa pembacanya kebesaran dan kekuasaan, serta kemampuan Allah SWT memelihara dan melindungi siapa yang tulus bermohon kepada-Nya.

(Disarikan oleh Nadirsyah Hosen dari M. Quraish Shihab, "Hidangan Ilahi: Ayat-ayat Tahlil", Lentera Hati, Jakarta, 1996, h. 110-118)

 

Download Ebook Tafsir Ayat Kursi

Untuk membaca tafsir Ayat Kursi yang cukup lengkap, silakan download Ebook Tafsir Ayat Kursi yang kami sediakan. Silakan klik disini untuk mulai download.

 

Artikel Selanjutnya >> Tanya Jawa Tentang Kalung & Amalan Ayat Kursi