Membuka Jalan Keharmonisan Keluarga

Membuka Jalan Keharmonisan Keluarga - KalungAyatKursi.Com

 

Kalau ada yang bilang menjadi ibu tiri itu mudah, mereka bohong. Posisi ibu ‘pengganti’ bisa menjadi rumit jika anak yang sudah kita anggap dan kita rawat seperti anak sendiri masih juga tidak mau menerima kita sebagai orang tua. Itulah yang dulu pernah saya rasakan.

 

Saya menikah sebagai istri kedua dari seorang lelaki yang istri pertamanya meninggal beberapa tahun silam. Suami saya ini memiliki seorang anak laki-laki berumur belasan tahun yang dari awal kurang menyukai keputusan ayahnya untuk menikah lagi. Tidak ingin ibunya digantikan siapapun juga, dia bilang. Padahal saya menyayangi dan mengurus anak ini seperti anak saya sendiri. Namun harapan saya untuk membuatnya menerima keberadaan saya sempat pupus ketika pada suatu hari dia bertengkar hebat dengan ayahnya dan malah minggat dari rumah.

 

Selama berminggu-minggu anak saya tidak ada di rumah, saya terus menangis. Saya berharap dia segera pulang. Dimana dia sekarang? Tidur dimana? Makan apa? Seorang kerabat yang bersimpati datang pada suatu hari dan menyarankan saya untuk memakai Kalung Ayat Kursi. Saya tentunya setuju saja, tapi saya takut jika Kalung Ayat Kursi yang terbeli malah ternyata palsu dan tidak berkhasiat. Tapi kerabat saya ini meyakinkan bahwa saya dapat memperoleh Kalung Ayat Kursi yang asli lewat sebuah situs, yaitu www.kalungayatkursi.com, yang memang tidak menerapkan harga untuk produk-produknya. Hanya ada mahar yang perlu ditebus. Dengan percaya diri saya mengucap bismillah dan memesan satu kalung dari Asosiasi Parapsikologi Nusantara yang dipimpin oleh Kang Masrukhan.

 

Puji syukur kepada Allah SWT, hanya berselang empat hari setelah mendapatkan dan mengamalkan Amalan Ayat Kursi dengan Kalung Ayat Kursi yang baru saya miliki, anak laki-laki saya tiba-tiba pulang. Dia menangis di hadapan saya dan suami, meminta maaf lalu memeluk saya dan mengutarakan penyesalannya sambil berjanji akan menerima saya sebagai ibunya. Dia berkata dia sudah sadar, bahwa saat ini ibu kandungnya telah berada di tempat yang jauh lebih baik dan kami yang masih tertinggal di dunia harus melanjutkan hidup kami dengan baik pula. Waktu itu saya hanya bisa mengangguk-angguk saja. Bagaimana tidak? Sudah trenyuh hati saya melihat kondisi anak saya yang pulang dalam keadaan kurus dan kusut tidak terurus. Saya betul-betul bersyukur telah dianggap sebagai ibu yang seutuhnya, serta dibukakan jalan menuju keluarga yang harmonis dan diberkahi Allah SWT.

 

Terima kasih, Kang Masrukhan.

 

Laila Azwar – Batang